Linda Afriani Jadi Panitia Lomba Guru Se-Indonesia

Sabtu (8/12/18), Linda Afriani menjadi panitia Lomba Guru antar KB-TK Al Azhar Seluruh Indonesia. Acara yang berlangsung selama satu hari ini dihadiri oleh ratusan guru dari berbagai cabang KB-TK Al Azhar di Indonesia seperti dari Solo, Jakarta, bahkan dari pulau lain seperti Kalimantan. Berbagai macam lomba ada disini mulai dari lomba yang bersifat akademik hingga lomba kesenian

KB-TK Al Azhar Yogyakarta merupakan salah satu cabang sekolah Al Azhar Yogyakarta. Al Azhar Yogyakarta merupakan sebuah lembaga pendidikan yang terbagi menjadi empat tingkat yaitu KB-TK, SD, SMP dan SMA. Lembaga pendidikan ini berdiri di bawah bimbingan Yayasan Pesantren Islam Al Azhar yang didirikan oleh Prof. Dr. Buya Hamka. Di Yogyakarta sendiri, KB-TK Al Azhar di bangun di tiga wilayah yaitu KB-TK IA 31 Yogyakarta, KB-TK IA 38 Bantul dan KB-TK IA 55 Wonosari.

Linda Afriani, sebagai salah satu wali murid di KB-TK Al Azhar, ikut berpartisipasi dalam lomba nasional ini.

“Anak saya yang ke-empat saya sekolahkan di KB-TK IA 31 Yogyakarta. Kebetulan TK ini mengadakan acara nasional, maka saya sebagai orang tua murid harus ikut berkontribusi dengan menjadi panitia”, ungkap Linda Afriani.

Pengusaha sukses di Yogyakarta ini, tidak hanya dikenal aktif dalam organisasi kemasyarakatan di Yogyakarta saja. Namun Ia juga terkenal aktif dalam mengurusi pendidikan anak-anaknya. Keaktifannya di lembaga pendidikan ini ia tunjukan dengan selalu ikut berkontribusi dalam berbagai kegiatan sekolah. 

Hal ini ia lakukan untuk menunjukan kepada anak-anaknya bahwa ia bisa menjadi seorang orang tua yang peduli dan bisa bermanfaat bagi orang banyak termasuk bagi keluarga besar lembaga pendidikan tempat anak-anaknya bersekolah.  

Tips Anti Stress Untuk Entrepreneur Milenial ala Linda Afriani

Tips Anti Stress Untuk Entrepreneur Milenial ala Linda Afriani

Linda Afriani, yang merupakan seorang entrepreneur di Yogyakarta, ingin berbagi sedikit tips menghindari stress terutama bagi kalangan entrepreneur muda.

Nama Linda Afriani sendiri sudah dikenal oleh masyarakat Yogyakarta karena beliau merupakan seorang usahawan yang telah memulai usahanya sejak usia muda.

Kala itu beliau juga mengalami hal yang sama dengan apa yang dirasakan para entrepreneur generasi muda sekarang rasakan. Apalagi pada waktu itu Linda Afriani sudah mempunyai keluarga.

Bisa dibayangkan motivasi beliau untuk kukuh mempertahankan usahanya demi keluarga. Dan hasil dari perjuangannya kini berbuah manis.

Sejak tahun 2008, Linda telah memulia bisnisnya. Dari hanya bermula dari hobi, mencoba memanfaatkan peluang dengan berjualan baju dari Pasar Beringharjo, kini ia sukses mendirikan lima bisnis usaha yaitu House of Baju Qta, MLK Batik Nusantara, Omah Seragam, Samara Butik dan Malik & Malika Butik.

Tentunya dalam perjuangannya, ia kerap dilandar stress yang berkepanjangan. Berikut beberapa tips menghindari stress dari Linda Afriani:

  • Bekerjalah dengan hati senang. Bekerja bukan untuk mengejar uang semata tapi demi hobi dan kesenangan. Kita memang membutuhkan uang tapi percaya saja kalau setiap manusia pasti akan mendapatkan rizki. Bekerja sesuai dengan passion yang dimiliki akan mengurangi perasaan terpaksa dan tentu saja usaha lebih efektif dengan tingkat stress rendah.
  • Berhentilah memikirkan beban kerja sendirian.  Sebagai pengusaha, pasti memiliki rekan kerja. Ada tim yang bekerja bersama-sama untuk menyelesaikan masalah yang ada dalam sebuah usaha. Permasalahan yang ada sebaiknya selalu diusahakan untuk dipikirkan dan diselesaikan bersama-sama. Linda selalu meluangkan waktu minimal 1 minggu 1x untuk diskusi dan evaluasi dengan tim kerjanya, baik itu bersama mitra maupun dengan karyawan.
  • Luangkan waktu untuk traveling bersama keluarga maupun orang terdekat. Linda adalah orang yang selalu memprioritaskan keluarga. Dia selalu berusaha untuk meluangkan waktu untuk “family time“. Menurutnya, ini penting agar keharmonisan keluarga juga tetap terjalin.

Linda Afriani : Tips Menjaga Bisnis

Linda Afriani : Tips Menjaga Bisnis

Beberapa orang mungkin merasa bahwa bisnisnya sulit untuk berkembang atau bahkan mungkin mengalami kemunduran. Jika ini benar terjadi, mungkin ada faktor yang terlewat dari dalam pikiran. Ya. 

Salah satu faktor yang tidak jarang terlewat dari pikiran pemilik usaha tentang faktor pilar penting memajukan usaha adalah kesejahteraan para karyawan. Lebih jelasnya, pemenuhan hak karyawan.

Adalah Linda Afriani yang merupakan seorang ibu pemilik 6 badan usaha yakni, Rainbow Salon dan Spa Keluarga, House of Baju Qta, MLK Batik Nusantara, The White Paal, Omah Seragam, Samara Butik, dan Malik dan Malika Butik. 

Dalam kesempatan ini, beliau ingin berbagi sedikit komentar tentang pentingnya pemenuhan hak-hak karyawan dalam memastikan kesejahteraan para karyawan yang tentunya memiliki hubungan positif dalam memajukan sebuah usaha.

“Boleh dianggap sebagai tips.”, ungkap Linda.

Linda memiliki kurang lebih 100 orang karyawan di semua usahanya. Usahanya kini besar, dan beliau berhasil untuk tetap menarik profit dari usahanya tanpa harus melanggar hak-hak karyawannya. Apa yang dilakukan beliau adalah yakni:

1) Memberlakukan jam kerja yang efektif, bukan masif.

2) Membagi beban kerja para karyawan berdasarkan kemampuan masing-masing karyawan.

3) Tidak pernah lupa untuk memberikan apresiasi yang setara dengan kinerja karyawan.

4) dan tidak lupa, beliau juga memberikan hak cuti seperti cuti hamil, cuti sakit, hari libur, cuti urusan keluarga, termasuk untuk hal-hal yang sifatnya mendesak.

“Kalau kata orang Jogja itu Nguwongke. Kita menghormati karyawan dengan memenuhi hak mereka, maka kita juga akan dibalas dengan attitude positif karyawan di tempat kerja”, Tambahnya.

Linda Afriani: Pentingnya Pengusaha Mengetahui Hak Karyawan

Linda Afriani: Pentingnya Pengusaha Mengetahui Hak Karyawan

Banyak karyawan yang mengeluh tentang tempat dimana ia bekerja. Kebanyakan akan mengatakan bahwa perusahaan mereka sulit berkembang namun beban kerja si karyawan tidak berkurang, malah mungkin justru bertambah. Curhatan karyawan ini adalah salah satu topic yang paling banyak dikeluhkan oleh seorang karyawan. Karena memang fakta menunjukkan masih banyak bidang usaha yang tidak menjunjung penuh hak-hak karyawannya.


Banyak bidang usaha melakukan hal ini untuk memaksimalkan profit. Beberapa contoh perlakuan perusahaan yang bisa dianggap melanggar hak-hak karyawan adalah dengan memberikan gaji yang terlalu rendah, beban kerja yang tidak realistis, terlalu menekan karyawan, hingga jam kerja yang sering lembur tanpa gaji dan bahkan kewajiban untuk bekerja di hari libur sekalipun.

Hak-hak karyawan sebenarnya telah tertera secara rinci pada undang-undang ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003. Namun perusahaan seperti tutup mata dari hal ini. Contoh paling nyata adalah sekitar 95% perusahaan di Indonesia masih belum memenuhi hak para pekerja perempuan. Menurut data yang diambil dari pusat data hukumonline.com pada 10 Desember 2018, menyebutkan bahwa lebih dari 60% perusahaan di Indonesia masih “buta” dengan aturan pemenuhan hak-hak karyawan di Indonesia.

Padahal, hak para karyawan itu penting. Apabila karyawan dipenuhi hak-haknya sesuai dengan apa yang tertulis pada undang-undang tenaga kerja nomor 13 tahun 2003 tersebut, dampak positif yang akan diterima perusahaan adalah:

1. Meningkatnya potensi kerja para karyawan sesuai minat dan bakatnya. Ini berarti, perusahaan akan memiliki karyawan berkompetensi tinggi yang mampu berkontribusi aktif dalam memajukan perusahaan.

2. Terciptanya lingkungan kerja yang aman dan nyaman yang tentu ini akan membuat karyawan menjadi semakin dan menghormati perusahaan tempat ia bekerja. Kepercayaan para client terhadap perusahaan akan meningkat dan produksi di perusahaan tersebut juga akan baik.

3. Menghilangkan kecurangan yang mungkin terjadi di dalam perusahaan. Apapun bentuk kecurangan itu, perusahaan pasti dirugikan entah dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Mencari laba memang tujuan utama dari sebuah perusahaan. Tapi jika perusahaan diibaratkan sebagai mesin pencetak uang, makan disana ada para karyawan yang menjadi gigi rodanya. Perusahaan ada karena para pekerja berkontribusi aktif dan positif terhadap kemajuan perusahaan.


Linda Afriani bersama Komunitas Ibu Peduli Selenggarakan Khitanan Masal

Linda Afriani bersama Komunitas Ibu Peduli Selenggarakan Khitanan Masal

Selasa (11/12/18), CnC Moms Community menggelar acara khitanan masal di desa Guwosari, Pajangan Bantul. CnC Moms Community merupakan komunitas ibu-ibu di Yogyakarta yang dikepalai oleh Linda Afriani.

CnC Moms Community ini sering mengadakan acara kumpul para ibu-ibu, forum belajar dan berkembang bersama serta mengadakan kegiatan sosial yang tidak pernah absen diadakan tiap tahunnya.

Salah satu kegiatan sosial yang dilakukan adalah khitanan masal. Acara ini bekerja sama dengan tim medis dari RS Hidayatullah Bantul. Khitanan masal ini dibuka oleh kepala desa Guwosari, Pajangan Bantul.

“Acara ini memang sudah menjadi agenda reguler CNC Moms Community. Namun tempatnya saja yang selalu berpindah-pindah tiap tahunnya”, Linda menambahkan.

Peserta khitanan mendapatkan tas berisi alat tulis sekolah, sarung serta uang saku. Diharapkan pemberian ini dapat menghibur anak-anak yang telah dikhitan.

Linda Afriani Ajak Masyarakat untuk Senang Berbagi

Linda Afriani bercengkrama bersama anak Panti Asuhan Bina Siwi

Adalah Linda Afriani, seorang pengusaha yang cukup sukses di Yogyakarta yang menyerukan ajakan untuk mudah berbagi kepada sesama.

Perempuan berkepala tiga ini kerap disebut sebagai pengusaha perempuan millennial dan memang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap isu-isu sosial. Ia percaya bahwa hal paling kecil yang bisa ia lakukan adalah dengan berbagi.

Menurut Linda, berbagi merupakan sebuah kewajiban. Terlebih lagi ketika ia dianugerahi dengan rezeki yang cukup untuk dinikmati tidak hanya keluarga besarnya tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Linda menambahkan, “Sebenarnya siapa saja

Linda juga menekankan bahwa berbagi tidak perlu melulu dalam bentuk uang. Berbagi itu bisa dalam bentuk berbagi ilmu dan benda hasil kerja sendiri misalnya makanan yang dimasak sendiri, atau barang-barang yang diproduksi sendiri.

“Inti dari berbagi adalah sebagai bentuk bersyukur dan menyalurkan rezeki yang diberikan Allah kepada yang berhak”, tangkasnya.

Linda Afriani Kembali Adakan Pelatihan Bisnis UMKM Gratis

Linda Afriani Kembali Adakan Pelatihan Bisnis UMKM Gratis

Linda Afriani, pengusaha sukses di Yogyakarta yang sekaligus pendiri Yayasan Jogjakarta Berdayakembali mengadakan seminar pelatihan bisnis bagi masyarakat Yogyakarta. 

Kali ini, Linda tidak hanya memberikan seminar satu hari saja, namun Linda akan turut serta memberikan pendampingan dan bimbingan langsung kepada mereka hingga mereka bisa mandiri dalam berbisnis. 

Seminar dan pelatihan bisnis ini diadakan di salah satu daerah di Yogyakarta dimana jumlah masyarakat yang membangun usaha untuk UMKM masih sedikit. Melalui yayasan ini, Linda membagi dalam dua bidang UMKM yaitu Pelatihan Pemberdayaan Lidah Buaya dan Penggemukan Ayam.

Menurut Linda, pembagian pelatihan ini sudah disesuaikan dengan minat dan kebutuhan masyarakat sekitar.

Linda berharap dengan semakin melebarnya cakupan Yayasan Jogjakarta Berdaya, akan semakin banyak masyarakat yang terbantu.

“Masyarakat kita itu sebenarnya sudah bisa membuka bisnis UMKM, mereka hanya butuh didampingi agar bisa lebih percaya diri. Karena untuk memulai sebuah bisnis, entrepreneur itu harus berani dan tau cara menghadapi resiko”, ujar Linda.